empat jenis risiko keuangan

Empat Jenis Risiko Keuangan

Empat Jenis Risiko Keuangan, Sebelum membahas secara rinci tentang jenis risiko keuangan, terlebih dulu akan dijelaskan mengenai apa itu keuangan dan jenis risiko keuangan.

Apa itu Keuangan dan Risiko Keuangan?

empat jenis risiko keuangan

Keuangan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan uang dan sumber daya keuangan. Ini termasuk perencanaan, pengelolaan, dan pengontrolan keuangan seseorang atau organisasi.

Dalam keuangan pribadi, orang sering memikirkan tentang bagaimana mengelola keuangan mereka dengan efektif agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka saat ini dan di masa depan. Ini termasuk mengelola pendapatan, mengelola pengeluaran, membuat anggaran, menabung, dan berinvestasi.

Dalam keuangan organisasi, tujuan utamanya adalah menciptakan nilai bagi para pemegang saham atau investor dengan mengelola sumber daya keuangan yang tersedia dengan efektif.

Ini termasuk mengelola pendapatan, pengeluaran, dan aset perusahaan, serta membuat keputusan investasi yang tepat untuk membantu perusahaan tumbuh dan berkembang.

Keuangan juga merupakan bagian dari ekonomi yang lebih luas. Ekonomi adalah studi tentang bagaimana orang, perusahaan, dan pemerintah mengelola sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

Keuangan memainkan peran penting dalam ekonomi, dengan menyediakan cara untuk mengalokasikan sumber daya keuangan yang tersedia ke berbagai tujuan yang berbeda.

Ketika seseorang atau organisasi memutuskan bagaimana mengelola keuangan mereka, mereka harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pendapatan, pengeluaran, aset, dan utang. Mereka juga harus memahami bahwa faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi masa depan keuangan mereka.

Risiko keuangan adalah kemungkinan bahwa hasil keuangan akan berbeda dari yang diharapkan. Maksudnya disini adalah suatu perusahaan atau individu tidak memiliki cukup dana tunai untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus dibayarkan di masa yang akan datang. Risiko keuangan dapat terjadi pada tingkat individu atau organisasi yang mempengaruhi pendapatan, aset, dan kekayaan.

Ada berbagai jenis risiko keuangan yang dapat menimbulkan dampak negatif pada keuangan seseorang atau organisasi. Beberapa jenis risiko keuangan yang umum termasuk

Risiko Keuangan Secara Umum

1. Risiko Sistematis

Risiko keuangan secara sistematis adalah risiko yang terjadi karena faktor-faktor ekonomi makro atau industri yang mempengaruhi seluruh pasar keuangan. Lebih jelasnya adalah risiko ini terjadi karena beberapa faktor yang tidak bisa diprediksi atau dihindari. Misalnya karena adanya pandemi, iklim politik, krisis ekonomi yang mengakibatkan terjadi inflasi pada sebuah sistem keuangan.

2. Risiko Non Sistematis

Risiko keuangan non sistematis adalah risiko yang terjadi karena faktor-faktor spesifik untuk individu atau bisnis tertentu. Dalam hal ini bukan karena faktor-faktor ekonomi makro atau industri yang mempengaruhi seluruh pasar keuangan. Contoh risiko non sistematis adalah :

– Risiko Operasional

Risiko operasional terjadi karena masalah intern dalam suatu bisnis, seperti kegagalan sistem informasi, kehilangan data, atau kecelakaan kerja. Ini dapat menyebabkan kerugian bagi bisnis dan menurunkan efisiensi operasional. Dalam risiko operasional dapat dicegah dengan memastikan bahwa sistem informasi dan keamanan data terus diperbarui, serta memastikan bahwa karyawan diberikan pelatihan yang sesuai untuk menghindari kecelakaan kerja.

– Risiko Kegagalan Bisnis

Risiko kegagalan bisnis terjadi ketika suatu bisnis tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya, seperti pembayaran hutang atau gaji karyawan. Ini dapat terjadi karena faktor seperti kelebihan biaya, penurunan permintaan produk atau jasa, atau kompetisi yang ketat.

– Risiko Kehilangan Pekerjaan

Risiko kehilangan pekerjaan terjadi ketika seseorang kehilangan sumber penghasilan utamanya. Ini dapat terjadi karena faktor seperti PHK, perubahan strategi bisnis, atau perubahan teknologi yang menyebabkan kehilangan pekerjaan. Dengan begitu, Anda diharuskan untuk terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, serta mempertahankan koneksi dengan dunia kerja.

Risiko Keuangan Secara Personal / Perorangan

Risiko ini bisa menimpa siapa saja mulai dari diri sendiri hingga sebuah perusahaan sekalipun. Contoh dari risiko ini adalah :

Risiko Pendapatan

Dimana seseorang kehilangan sumber penghasilan utamanya seperti cacat fisik yang mengakibatkan sulit bekerja, terkena PHK atau kehilangan pekerjaan hingga kematian.

Risiko Pengeluaran

Risiko yang timbul akibat seseorang kurang memahami cara pengelolaan keuangan yang benar. Artinya, biaya pengeluaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan lebih besar dibandingkan pendapatannya saat itu. Misalnya : seseorang sudah tidak mampu membayar kembali pinjaman yang telah diambil karena pemasukan yang menurun.

Contoh lain yaitu : ketika seseorang kehilangan aset yang dimilikinya, seperti rumah, mobil, atau investasi. Ini dapat terjadi karena faktor seperti kecelakaan, bencana alam, atau pencurian.

Risiko Keuangan Berdasarkan Jangka Waktu

Berdasarkan jangka waktunya risiko  keuangan dibagi menjadi 2 yaitu, risiko keuangan jangka pendek dan risiko keuangan jangka panjang.

Risiko Keuangan Jangka Pendek

Risiko yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat, biasanya kurang dari satu tahun.

Contoh risiko keuangan jangka pendek : terjadi ketika seseorang atau bisnis tidak memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus dibayar dalam waktu dekat. Ini dapat terjadi karena faktor seperti penurunan penjualan, peningkatan biaya, atau penundaan pembayaran dari pelanggan.

Dalam risiko ini dapat dicegah dengan memastikan bahwa bisnis memiliki cadangan uang tunai yang cukup untuk mengatasi masa-masa sulit, serta memonitor arus kas dengan baik.

Risiko Keuangan Jangka Panjang

Adalah risiko yang terjadi dalam waktu yang relatif lama. Risiko ini mengakibatkan dampak yang cukup serius terhadap keuangan bisnis Anda.
Contoh risiko keuangan jangka panjang:

Risiko Inflasi

Risiko inflasi terjadi ketika harga barang dan jasa secara umum naik, sehingga nilai uang yang kita miliki berkurang. Ini dapat menyebabkan kerugian bagi seseorang atau bisnis yang memiliki uang tunai yang tidak diinvestasikan. Untuk mencegah risiko ini, bisa dengan cara memastikan bahwa uang tunai yang dimiliki diinvestasikan dengan tepat, seperti dengan membeli reksa dana atau membeli aset yang nilainya diharapkan akan naik.

Risiko Pasar

Risiko pasar terjadi karena perubahan harga aset keuangan seperti saham, obligasi, atau mata uang. Ini dapat menyebabkan kerugian bagi investor jika harga aset tersebut turun. Salah satu cara mencegahnya dengan melakukan diversifikasi portofolio investasi, yaitu dengan membagi investasi ke dalam berbagai jenis aset yang berbeda.

Risiko Kebangkrutan Bisnis

Risiko kebangkrutan bisnis terjadi ketika suatu bisnis tidak lagi mampu memenuhi kewajiban keuangannya dan harus menutup usahanya. Ini dapat terjadi karena faktor seperti kelebihan biaya, penurunan permintaan produk atau jasa, atau kompetisi yang ketat.

Untuk meminimalisir risiko ini, Anda harus memastikan bahwa biaya bisnis terkontrol, menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, serta terus mengembangkan bisnis untuk menghindari stagnasi.

Risiko Kegagalan Investasi

Risiko kegagalan investasi terjadi ketika suatu investasi tidak memberikan keuntungan yang diharapkan atau bahkan merugi. Ini dapat terjadi karena faktor seperti perubahan kondisi ekonomi, kegagalan bisnis yang diinvestasikan, atau perubahan regulasi yang merugikan investasi tersebut.

Risiko kegagalan investasi dapat dicegah dengan melakukan riset yang cukup sebelum memutuskan untuk berinvestasi, serta dengan memastikan bahwa portofolio investasi terdiversifikasi dengan baik.

Risiko Finansial Berdasarkan Dampaknya

Berdasarkan dampaknya risiko keuangan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :

Risiko Murni dan Risiko Spekulatif

Pengertian risiko murni yaitu suatu risiko yang kemunculannya akan memberikan kerugian secara murni atau langsung. Contoh dari risiko ini adalah harga barang dan jasa secara umum naik, sehingga nilai uang yang kita miliki berkurang.

Risiko spekulatif  adalah risiko yang mungkin akan menimbulkan kerugian karena keuntungan yang diperolehnya kecil. Bisa juga diartikan dengan tujuan untuk mencari keuntungan dari perubahan harga aset keuangan dalam jangka pendek.

Risiko ini sering dilakukan oleh trader atau investor yang ingin memanfaatkan pergerakan harga yang tidak stabil dengan harapan bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Karena kurangnya pemahaman yang cukup tentang pasar keuangan, justru kerugian yang didapat karena pergerakan harga tidak sesuai dengan harapan.

Risiko Khusus atau Risiko Fundamental

Pengertian dari risiko khusus atau risiko fundamental adalah risiko yang terkait dengan karakteristik yang spesifik pada sebuah aset atau investasi. Risiko ini terjadi karena adanya permasalahan internal pada suatu aset dan tidak terjadi pada aset atau investasi lain.

Sebagai contoh : kebakaran rumah di suatu kompleks perumahan. Contoh lain : jika Anda membeli saham perusahaan dan sedang mengalami masalah internal keuangan, ada risiko yang harus Anda terima. Masalah keuangan tersebut merupakan kondisi yang spesifik bagi perusahaan tersebut, dan tidak terjadi pada semua perusahaan lain.

Risiko Statis dan Risiko Dinamis

Risiko statis adalah risiko yang terjadi akibat suatu kejadian dalam pengelolaan keuangan dan tidak berubah dari waktu ke waktu. Contohnya seperti obligasi pemerintah atau tanah. Risiko ini dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi karena tidak ada faktor yang dapat mempengaruhi risiko tersebut.

Sementara itu, risiko dinamis terjadi pada aset atau investasi yang memiliki karakteristik atau sifat yang berubah atau berkembang, seperti saham perusahaan atau properti. Risiko ini lebih sulit diprediksi karena terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi risiko tersebut, seperti perubahan pasar, perubahan politik, nilai mata uang, fluktuasi nilai saham.

Para investor harus mempertimbangkan risiko statis dan risiko dinamis saat memutuskan untuk melakukan investasi. Investor harus mempertimbangkan potensi imbal hasil dan risiko sebelum melakukan investasi. Dikarenakan risiko keuangan yang tinggi akan diimbangi dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi pula.

Penutup

Para investor harus memperhatikan segala risiko keuangan yang bisa saja terjadi. Risiko ini terkait dengan kemampuan perusahaan atau individu untuk memenuhi kewajiban keuangannya, dan dapat terjadi karena masalah likuiditas, solvabilitas, atau rentabilitas.

Apapun risiko keuangan dapat mempengaruhi nilai aset atau investasi yang terkait dengan perusahaan atau individu yang mengalami masalah keuangan tersebut, sehingga penting bagi investor untuk mempertimbangkan risiko ini saat memutuskan untuk melakukan investasi.

Dengan menggunakan strategi diversifikasi, para investor dapat melindungi diri dari risiko keuangan dengan memilih aset atau investasi yang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.